TENIS MEJA




Tenis Meja
Permainan Tenis Meja adalah olahraga yang tidak membutuhkan lapangan yang luas, hanya cukup ruangan berukuran 14 x 7m. Permainan ini mula-mula disebut ping-pong.
Pemainan ini sangat digemari : masyarakat Jepang, China, Cekoslowakia, Hongoria dan masih banyak lagi, sampai meluas ke seluruh dunia.
Pertandingan tenis meja yang pertama kali diselenggarakan di London tahun 1926. Viktor Barna adalah legendaris tennis meja yang pernah menjadi juara selama 16 tahun.
Permainan tennis meja hanya membutuhkan lapangan dari meja, alat pemukul dan bola kecil.

Perlengkapan :
1. Meja merupakan lapangan yang digunakan sebagai arena. Meja ini berukuran :
a. Panjang = 2,74 m
b. Lebar = 1,52 m
c. Tinggi = 0,76 m
d. Tebal = 0,03 m
Warna yang ideal adalah hijau dengan garis batas putih selebar 2 cm. Mja untuk permain double diberi garis batas putih selebar 2 cm.

2. Bola terbuat dari bahan “Celolloid” berwarna putih atau kuning dan tidak mengkilat.
Bola berukuran :
a. Keliling bola : 12,06 – 14,43 cm.
b. Pantulan : 20 cm bila dijatuhkan dari ketingggian 30,5 cm.
c. Berat bola : 2,40 – 2,53 gram.

3. Net (Jala)
Jala diikatkan pada tiang net sedimikian rupa sehingga pemukulannya rata.

4. Alat Pemubuh (Bat)
Bahan terbuat dari kayu dan boleh dilapisi dengan karet busa dengan ketebalan tidak lebih dari 4 mm. Warna karet adalah berwarna cokelat tua tidak mengkilat dan atas bawah sama.
Read More..

KERAPAN SAPI




Konon pada era pemerintahan Pangeran Katandur di keraton Sumenep pada abad 15 (156M), raja arif bijakasana ini senantiasa memikirkan cara agar para petani dapat meningkatkan produksi pertanian. Karena pada saat itu, cara bercocok tanam masih sangat sederhana, yakni menggunakan peralatanserba batu. Sang Pangeran akhirnya menemukan ide cemerlang. Setelah berembuk dengan para cerdik panda, maka dititihkan kepada ahli pertukangan untuk membuat alat yang terbuat dari bambu. Dan alat tersebut ditarik oleh dua ekor sapi, diharapkan dengan bantuan alat tersebut akan mampu mengurangi beban kerja petani. Maka terciptalah sebuah peralatan, yaitu bajak yang ditarik oleh dua ekor sapi.
Pangeran Katandur adalah seorang pemimpin yang penuh dengan pemikiran kreatif dan inovatif. Ketika melihat sebagian rakyatnya berkurang kesibukannya seusai panen, terpikir oleh Sang Pangeran untuk memanfaatkan waktu luang dan terbuang tersebut. Semacam keramaian sekaligus kegiatan rekreasi yang nantinya akan mampu meningkatkan produksi, baik produksi peternakan maupun produksi pertanian.
Ide cemerlang pun terlahir yaitu sebuah bentuk permainan yang mengasyikkan terbentang di benak pikiran sang Pangeran. Permainan yang muncul di pelupuk mata adalah semacam perlombaan. Perlombaan memacu sapi dengan cara memacu berpasang-pasang sapi dalam sebuah areal tegalan yang luas. Dan dalam permainan tersebut, pasangan sapi yang diperlombakan dalam pacuan harus menggunakan peralatan serupa “bajak”, yang biasa dipakai untuk menggarap sawah lading.
Dalam benak Sang Pangeran, permainan dan perlombaan itu tidaklah jauh kaitannya dengan kegiatan sehari-hari para petani. Dalam arti, bentuk permainan itu nantinya dapat memberikan motivasi dan kecintaan rakyat serta kewajibannya pada sawah ladang. Disamping itu agar rakyat mampu meningkatkan hasil ternak sapi. Dalam arti mampu meningkatkan hasil ternak sapi yang sehat, sehingga daoat diadu larinya dan juga mampu menghasilkan daging sapi bermutu tinggi.
Gagasan Pangeran Katandur terwujud, mula-mula penggandeng pasangan sapi itu terbuat dari bamboo. Bentuknya pun serupa bajak. Tetapi ujung bawahnya dibuat rata, sehingga tidak mendongkel tanah. Alat tersebut dinamakan “Kaleles” . Sejak saat itulah, kerapan sapi menjadi perlombaan dan permainan rakyat yang sangat digemari. Pada umumnya perlombaan ini diadakan seusai panen.
Dari masa ke masa pacuan Kerapan Sapi menjadi bentuk pesta hiburan rakyat dan menjadi tersohor seantero jagat. Pada akhirnya identitas pulau Madura tidak terlepas dari tradisi budaya rakyat ini. Kisah tentang kejantanan para joki ketika menunggangi Sapi Kerapan dalam sebuah arena,memacu pasangan sapi dalam kecepatan tinggi. Kecepatan, ketangkasan, kecekatan, kepiawaian ketika mengendalikan sapi-sapi tunggangan, merupakan sebuah prestasi fantastis dan menakjubkan. Tak kalah dengan kepiawaian para matador di gelanggang adu banteng di Spanyol.
Disamping sebagai sarana hiburan, pacuan Kerapan Sapi mampu menanamkan kecintaan rakyat terhadap alam dan lingkungannya, memotivasi sekaligus mengangkat rakyat pada tingkat kemakmuran tinggi. Gagasan Pangeran Katandur yang spektakuler tersebut ternyata mampu meningkatkan produksi pangan. Karena untuk mendapatkan sapi yang bagus dan mutu daging tinggi diperlukan makanan berkualitas. Dari sector ini, raja Katandur mampu menggerakkan rakyat untuk melakukan penghijauan serta meningkatkan semangat dan gairah kerja dalam mengolah dan mengelola tanah.
Tak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas ternak. Prioritas utama adalah dalam bidang ilmu beternak sapi. Minat dan perhatian rakyat terpusat pada cara-cara yang baik, praktis dalam pengembang-biakan sapi. Usaha peternakan sapi tidak saja dikaitkan pada kepentingan pertanian semata, tapi juga pada bibit-bibit sapi yang sehat dan mampu beralari kencang. Pada akhirnya para peternak bukan hanya mampu menghasilkan sapi yang bagus, berbobot dan, mampu berlari kencang, tapi juga mampu mengembangkan ternak yang menghasilkan daging bermutu tinggi. Sampai sekarang daging sapi Madura dikenal karena sangat lembut dan halus serat-seratnya.
Keberhasilan Pangeran Katandur dalam memicu serta memacu gairah rakyat dalam peningkatan kemakmuran merupakan sesuatu yang sangat prestisius. Kejeniusannya dalam mengembangkan gagasannya sampai sekarang masih terasa. Pesta rakyat aduan sapi yang sekarang lebih dikenal dengan Kerapan Sapi telah berkembang sedemikian rupa. Karena dengan adanya kerapan sapi ini, telah menggugah dan menggali nuansa seni yang ada dalam diri manusia. Seni tari. seni musik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rangakaian acara perlombaan.

Prosesi Pelaksanaan

Sampai saat ini pesta permainan rakyat, Kerapan Sapi diadakan setiap tahun. Dari tingkat wilayah terendah sampai tingkat Karesidenan. Seleksi biasanya diadakan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten sampai tingkat Madura. Konon ketika wilayah Madura masih berada dalam cengkraman colonial Belanda, Kerapan Sapi dilombakan dengan pengaturan dan jadwal sedemikian rupa, sehingga puncak kemeriahan perlombaan jatuh pada tanggal 31 Agustus, tepat hari lahirnya ratu Wilhelmina.
Dalam pelaksanaan perlombaan sebagai ajang pesta rakyat, Kerapan Sapi menyedot semua energi dan aktivitas. Jauh-jauh hari sebelum acara diadakan, perhatian terhadap hewan tersebut sangatlah istimewa. Hewan yang akan dilombakan berada dalm pengawasan yang sangat ketat. dari pola makan, suspensi penambah stamina berupa jamu dan ramuan sampai pada kesiapan dalam bentuk supranatural, jampi-jampi, mantera-mantera. Hal itu dalam upaya agar sapi nantinya menjadi yang tercepat, terdepan dan menang.
Adapun kesibukan yang dilakukan sebelum acara perlombaan dimulai, antara lain:
1. Pada malam hari sebelum hari kerapan tiba, pemilik beserta keluarga serta para supporternya membawa pasangan sapi ke arena perlombaan. Pasangan sapi tersebut, diiringi seperangkat gamelan dan Saronen. Mereka mengadakan perkemahan, sehingga pada malam hari sebelum hari H tiba, di arena perlombaan menjadi tempat yang sangat meriah. Karena peserta dari daerah lain pun berkumpul di sana,
2. Pada malam tersebut, tak seoarang pun dapat tidur. Karena masing-masing orang telah mempunyai tugas dan kewajiban. Terutama petugas perawat sapi, disamping memijat-mijat (massage) juga menjaga pembakaran. Dengan tujuan agar tak seekor nyamuk pun datang mendekat. Bahkan dari sebagian anggota rombongan melakukan tirakat, agar keesokan harinya sapi yang menjadi andalan keluar sebagai pemenang,
3. Pada pagi hari, sepasang sapi digandengkan pada Kaleles, dan didandani sedemikian rupa sehingga sepasang sapi tersebut berpenampilan keren, gagah dan menarik. Setelah itu, sepasang sapi tersebut diarak keliling lapangan diiringi oleh bunyi “taktuk” (semacam seperangkat gamelan), yang bertalu-talu serta Saronen. Tingkah polah para pengiring pun tak kalah meriah, ada yang membisiki sapi dengan rayuan kata-kata indah agar berjuang untuk menang, ada pula yang menari-nari sambil bernyanyi.
4. Setelah melakukan seremonial mengelilingi lapangan, sepasang sapi tersebut dibawa ke tempat yang teduh, menunggu giliran nomor perlombaan. Semua di tubuh sapi ditanggalkan dan sepasang sapi tersebut telah siap tempur untuk memacu kecepatannya berlari.
Read More..

BULU TANGKIS



A. Sejarah :
Menurut sejarahnya, bulu tangkis berasal dari India yang disebut “POONA”. Lalu permainan ini di bawa ke Inggris dan di kembangkan disana. Pada tahun 1873 permainan ini dimainkan di Taman Istana milik Duke de Beafort di Badminton Gloucerter Shire, oleh karena itu, permainan ini kemudian dinamakan “BADMINTON”.

Perkembangan permainan bulu tangkis di dunia diketahui sejak abad ke-17. Permainan ini sudah dimainkan di Eropa, India dan Tiongkok. Perkembangan di Eropa yang paling menonjol sendiri adalah Inggris, sehingga orang-orang Inggrislah yang menciptakan peraturan. Peraturan dalam permainan dan membentuk persatuan bulu tangkis tingkat Nasional.
Dari perkembangan di Inggris ini kemudian dicetuskan untuk membentuk persatuan badan International bului tangkis, yang menampung kegiatan-kegiatan permainan bulu tangkis di dunia. Pada tanggal 5 Juli 1934 IBF yaitu : “International Badminton Federation “. Badan bulu tangkis Internasional ini menyelenggarakan kejuaraan beregu Putra antar Negara yang pertama pada tahun 1948-1949 yang disebut kejuaraan Thomas Cup. Untuk kejuaraan beregu putri disebut Uber Cup pada tahun 1956-1957. Selain itu pada tahun 1989 diadakan kejuaraan bulu tangkis beregu campuran antar Negara yang dinamakan “Sudirman Cup”.
Di Indonesia sendiri di bentuk induk organisasi tingkat nasional yaitu “Persatuan Bulu Tangkis seluruh Indonesia” (PBSI), pada tanggal 5 Mei 1951. Kemudian pada tahun 1953 Indonesia menjadi anggota IBF.
Dengan demikian Indonesia berhak untuk mengikuti pertandingan-pertandingan Internasional.Catatan :
- Thomas Cup (Putra) diselenggarakan setiap 3 tahun sekali.
- Uber Cup (Putri) diselenggarakan setiap 3 tahun sekali.
- Sudirman Cup / All England (campuran) diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.

B. Tekhnik Dasar bermain Bulu Tangkis
1. Cara memegang raket
 Pegangan Kapak (Pegangan Inggris)
 Pegangan Geblok kasur ( Pegangan Amerika)
 Pegangan Gabungan atau berjabat tangan.
 Pegangan back Hand

2. Gerakan Pergelangan Tangan
Gerakan tangan diawali dengan gerakan kaki, gerakan badan, gerakan lengan, dan yang terakhir dilanjutkan dengan gerakan tangan. Pergelangan tangan yang lentuk dan kuat akan menghsilkan pukulan yang keras yang dapat mengarahkan ke segala arah dengan baik.

3. Gerakan melangkahkan Kaki
Pada hakikatnya langkah kaki merupakan modal pokok untuk mendapat memukul shuttle cock dengan tepat. Langkah kaki yang dapat dilakukan jika kita memlangkahkan dengan menggunakan ujung tapak kaki. Pada umumnya langkah-langkah dibedakan menjadi tiga :
 Langkah berurutan
 Langkah bergantian
 Langkah lebar dengan loncatan

4. Tekhnik Pukulan
Tekhnik pukulan adalah cara-cara melakukan pada / dalam bermain bulu tangkis dengan tujuan menerbangakn shuttle cock ke bidang lapangan lawan.
Macam-macam Pukulan :
 Pukulan servis
• Pukulan servis pendek
• Pukulan servis panjang
• Pukulan servis drive

Servis panjang Fore Hand
a. Tahap persiapan ;
1. Racket dipegang dengan posisi Forehand
2. Berdiri, sikap langkah dan shuttle cock dipegang sebatas pinggang.
3. Berat badan pada kaki bekakang, dan tangan yang memegang racket di belakang.
4. Pergelangan tangan ditekuk.
b. Tahap gerakan :
1. Piondahkan berat badan ke depan bersamaan pada saat racket diayun ke depan kea rah jatuhnya shuttle cock.
2. Kontak racket dengan shuttle cock pada ketinggian lutut.
c. Akhir Gerakan :
1. Racket mengarah ke atas lurus dengan arah gerakan shuttle cock.
2. Pinggul dan bahu di putar ke depan.
3. Pandangan mengikuti arah shuttle cock.
4. Arah bola melambung tinggi dan jauh.

Read More..

BOLA BASKET


1. Perkembangan Permainan Bola Basket
Sejak diciptakan oleh James A. Naismith tahun 1891 sampai dewasa ini permainan Bola Basket banyak mengalami kemajuan dan berkembang dengan pesat. Pada penyelenggaraan Olimpiade III tahun 1904 di St. Louis, Amerika Serikat, Permainan Bola Basket diperagakan. Kemudian, pada Olimpiade XI tahun 1936 di Berlin, Jerman, permainan Bola Basket dimasukkan dalam acara pertandingan. Ada 21 negara yang mengikuti pertandingan itu. Walaupun pertama kali dipertandingan saat itu juga terbentuk induk organisasi Bola Basket seluruh dunia dengan nama Federal International de Basket Ball Amateur (FIBA) yang berkedudukan di Paris.


Perkembangan permainan Bola Basket di Indonesia tampak ketika diselenggarakan PON di Solo tahun 1948. Saat itu Bola Basket dalam acara pertandingan.
Induk Organisasi Bola Basket didirikan pada tahun 1951 dengan nama Persatuan Basket Ball Seluruh Indonesia (PERBASI) akan tetapi, tahun 1955 nama itu diubah lagi menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia sedang nama singkatannya tetap, yaitu PERBASI.

Peraturan Permainan Bola Basket
Macam-macam pelanggaran
a. Kesalahan perorangan yaitu kesalahan seorang pemain karena bersinggungan dengan pemain lawan.
b. Kesalahan Ganda yaitu kesalahan dua lawan masing-masing regu melakukan kesalahan pada waktu yang bersamaan.
c. Kesalahan multi yaitu apabila dua atau lebih anggota tim melakukan kesalahan perorangan terhadap lawan yang sama pada waktu yang sama pula.
d. Kesalahan tekhnik yaitu kesalahan yang dibuat bukan oleh pemain atau kesalahan pemain yang tidak disertai atau diakibatkan oleh persinggungan dengan lawan.

Pemain, Pemain Pengganti, Pelatih.
1) Regu
Tiap regu terdiri dari :
a. Tidak lebih dari 10 orang anggota regu yang memenuhi syarat untuk bermain 2x20 menit.
b. Tidak lebih dari 12 anggota regu yang memenuhi syarat bermain 2x20 menit atau untuk turnamen dimana dalam setiap regu harus bermain lebih dari 3 pertandingan.
c. Seorang pelatih dan asisten pelatih.
d. Seorang kapten diambil dari salah seorang anggota regu yang memenuhi syarat untuk bermain.

2) Pemain dan cadangan (pengganti)
a. Lima orang dari setiap regu berada di dalam lapangan selama pertandingan dan dapat diadakan pergantian pemain sesuai dengan ketentuan yang ada
b. Seragam para pemain terdiri dari : baju kaos dan celana pendek yang berwarana sama, baik bagian depan maupun bagian belakang (yang bergaris-garis tidak diperbolehkan).
c. Setiap pemain harus diberi nomor yang yang berukuran ± 20 cm pada bagian depan dan belakang baju kaos.

Ketentuan tentang Waktu
a. Masa (waktu) suatu pertandingan yaitu 2x20 menit atau 4x12 menit.
b. Masa istirahat di antara babak berlangsung dalam 10 menit atau 15 menit.

Time Out yang diberikan :
1. Untuk pertandingan dengan waktu 2x20 menit, 2x kesempatan time out untuk setiap regu selama babak pertama pertandingan berlangsung, 3x kesempatan time out untuk regu selama babak kedua pertandingan berlangsung, dan 1x time out setiap babak tambahan.
2. Untuk pertandingan 4x12 menit, 3x kesempatan time out diberikan pada tiap-tiap babak (dua periode) selama permainan berlangsung dan 1x time out untuk tiap babak tambahan.

2. Ukuran lapangan Bola Basket
Lapangan Bola Basket harus persegi panjang, datar, permukaannya keras dengan ukuran panjang 28 m, dan 25 m, lebar = 15 m untuk garis lapangan di buat dengan warna yang sama (diutamakan warna putih dengan ketebalan 5 cm, dan dapat dilihat dengan jelas, dengan ukuran diameter lingkaran tengah 3,60 m.
B. Keranjang Basket
Terdiri dari cincin dan rajut.
Keterangan cincin.
- Bahan terbuat dari besi yang keras dengan diameter 45 cm dan dicat dengan warna orange.
- Cincin harus terpasang kokoh pada bingkai papan pantul agar tidak terjadi hal-hal lain.
- Bagian atas dari cincin harus sejajar diatas lantai dengan ketinggian 3,05 m.

Keterangan Rajut
- Terbuat dari tambang / tali putih dan digantung pada simpai (cincin)
- Dengan panjang rajut antara 40 sampai dengan 45 cm.

C. Bola Basket
1. Bola dibuat dari bahan karet, kulit atau bahan sintetis lainnya.
2. Bola harus dipompa secukupnya sehingga apabila dipantulkan dari ketinggian 1,80 m diukur dari bawh tanah bola akan dapat memantul kembali setinggi 1,40 m.
3. Lingkaran bola 74,9 cm – 78 cm.

Read More..

cboxzzz,,,,,